SMP AISBA tidak asing lagi bagi Bapak Nurhadi, S.Pd. Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan ini diamanahi menjadi pengawas sekolah menengah berbasis tahfidz al-Qur’an yang terletak di Kawasan Bukit Cinta Damai (BCD), Balikpapan Kota.
Sudah tak terhitung lagi beliau berkunjung dan mensupervisi sekolah. Seperti yang dilakukannya pada awal Agustus 2024 lalu. Beliau didapuk sekolah menjadi pemateri dalam acara In House Training (IHT) tentang analisis rapor pendidikan tahun 2024.
“Saya bangga bisa membersamai SMP AISBA hingga bisa jadi sekolah penggerak,” tuturnya di hadapan para guru.
Prestasi SMP AISBA yang terpilih sebagai sekolah penggerak itu juga tidak lain dari bimbingan dan arahan beliau selaku pengawas. Menurutnya, beliau sudah lama mengikuti perjalanan sekolah ini sejak berada di gedung lama.
“Alhamdulillah, perkembangan SMP AISBA seiring waktu bisa lebih baik seperti sekarang ini,” imbuhnya lagi.
Meski begitu, beliau mengingatkan agar sekolah—khususnya kepala sekolah dan guru— tidak berpuas diri dengan capaian yang sudah diraih. Harus terus berjuang memberikan kualitas edukasi terbaik untuk perserta didiknya. Di antaranya dengan meningkatkan kualitas kompetensi guru.
“Kompetensi guru itu ada empat, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial,” tuturnya.
Menurutnya, kualitas sekolah bisa dilihat dari tingkat keempat kompetensi itu yang dimiliki para guru. Untuk itu, para guru tidak boleh merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki. Tak mau belajar lagi. Guru juga harus terus belajar dan belajar.
“Jangan sampai guru berhenti belajar. Ini berbahaya,” ujarnya mengingatkan.
Caranya guru bisa belajar secara personal. Atau juga bisa difasilitasi sekolah dengan mengadakan berbagai pelatihan atau workshop pendidikan. Jika itu dilakukan dengan konsisten, beliau yakin, SMP AISBA bisa akan lebih maju lagi dan menjadi sekolah terdepan di Kota Balikpapan.[]
Abu Raffa
2024-08-31 03:37:31