Pada medio Februari 2022 lalu, SMP AISBA mendaftar sebagai Sekolah Penggerak. Yang menyelenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Proses pendaftarannya cukup ketat: mengisi portofolio, tes tulis, micro teaching, hingga wawancara.
Sekolah juga wajib melampirkan surat dukungan dari Yayasan dan Kepala Dinas Pendidikan. Saat registrasi, hampir seluruh SMP di Kota Balikpapan ikut. Usai melalui proses seleksi ketat, enam sekolah lolos: tiga sekolah negeri dan tiga sekolah swasta.
Alhamdulillah, SMP AISBA salah satu dari tiga swasta yang terpilih sebagai Sekolah Penggerak. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan nomor 1031/B7.18/DM.00.04/2023 yang dikeluarkan pemerintah tahun 2023 lalu.
Dengan dikukuhnya SMP AISBA sebagai Sekolah Penggerak, sekolah yang berada di bawah Yayasan Al-Imam Madinatul Iman (YAMI), Balikpapan ini langsung gerak cepat.
Menurut Kepala SMP AISBA, Ustaz Abdul Rofik banyak kegiatan yang harus dilaksanakan sekolah: internal mau pun eksternal. Untuk internal, sekolah mengadakan In-House Training (IHT) dengan berbagai macam narasumber dan materi yang sedang dibutuhkan sekolah.
Begitu juga kegiatan lainnya seperti penyusunan modul ajar, trainirang guru, penerapan teknologi pembelajaran, dan menciptakan lingkungan Islami sesuai core value AISBA: sekolah rasa pesantren. Sedangkan kegiatan eksternalnya mengisi IHT di berbagai sekolah: SMP IT Al-Azhar, SMP PGRI 7, SMPIT Mutiara Rahmah, dan masih banyak lagi.
Narasumbernya Ustaz Abdul Rofik dan tim yang dibentuk khusus. Tidak hanya itu, kepala sekolah dan tim juga beberapa kali menghadiri kegiatan gelaran pemerintah baik skala lokal mau pun nasional. Seperti yang baru diikuti pada medio Desember ini, Ustaz Rofik mengikuti studi tiru di SMPN 216 Jakarta.
Nah, seperti apa perjalanan SMP AISBA usai dikukuhkan sebagai Sekolah Penggerak? Apa saja kegiatan dan perkembangannya? Berikut petikan wawancara dengan Ustaz Abdul Rofik usai datang dari Jakarta mengikuti kegiatan studi tiru khusus untuk pembaca AN-NAJAH.*
Bagaimana perkembangan SMP AISBA sejak ditunjuk sebagai Sekolah Penggerak oleh pemerintah?
Alhamdulillah SMP AISBA terus berkembang sebagai institusi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pendidikan modern. Sejak ditunjuk sebagai sekolah penggerak, SMP AISBA telah menjadi wadah tarbiyah yang tidak hanya mendidik akal tetapi juga hati.
Integrasi antara Kurikulum Kepesantrenan dan Kurikulum Merdeka menjadi sarana untuk menanamkan kemandirian belajar, kreativitas, akhlak mulia, serta religiusitas pada para siswa.
Program Sekolah Penggerak yang didampingi langsung oleh Balai Guru Penggerak (BGP) serta pengembangan profesionalisme guru melalui Teacher Development Program (TDP) dan digitalisasi sekolah melalui program School Digital (SD) menjadi tonggak dalam mencetak generasi rabbani yang mampu bersaing di era modern tanpa kehilangan identitas Islami.
Apa saja kesibukan sekolah setelah berstatus sebagai Sekolah Penggerak?
Setelah dianugerahi amanah sebagai sekolah penggerak, SMP AISBA terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai program yang dirancang untuk kemaslahatan umat. Guru-guru mengikuti pelatihan intensif yang mengasah keterampilan mengajar berbasis Islam dan teknologi.
Siswa dilibatkan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertujuan menanamkan sifat amanah, kerja keras, gotong royong, kemandirian, dan religiusitas. Selain itu, program digitalisasi, bahasa, administrasi, serta karakter juga menjadi fokus utama, menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya karakter Islami di setiap lini kehidupan sekolah.
Sejauh ini, adakah korelasi Sekolah Penggerak dengan kemajuan SMP AISBA?
Sebagai sekolah penggerak, SMP AISBA terus menapaki tangga-tangga kemajuan dengan berpegang pada nilai-nilai Islam sebagai pedoman utama. Program ini memberikan arah yang jelas untuk meningkatkan mutu pendidikan, baik dari segi akademik maupun karakter.
Pemahaman mengenai Islam, iman, dan ihsan sebagai inti ajaran agama mencakup seluruh dimensi kehidupan seorang Muslim. Islam merepresentasikan syariah, yaitu pelaksanaan aturan dan ibadah secara lahiriah.
Iman melambangkan aqidah, keyakinan yang kokoh terhadap Allah dan rukun iman lainnya. Sedangkan ihsan mencerminkan akhlak, yaitu kesempurnaan perilaku yang lahir dari kesadaran akan kehadiran Allah.
Hal ini menunjukkan kesatuan antara aqidah, syariah, dan akhlak sebagai landasan bagi kesempurnaan seorang Muslim. Aqidah sebagai akar, syariah sebagai cabang, dan akhlak sebagai buahnya.
Melalui pembelajaran berbasis proyek yang membekali siswa dengan kompetensi abad 21, SMP AISBA berharap menjadi pelopor perubahan, memberikan inspirasi dan solusi atas tantangan pendidikan masa kini.
Apa saja kegiatan SMP AISBA pasca dikukuhkan sebagai Sekolah Penggerak?
Setelah dipercaya sebagai sekolah penggerak, kami terus berusaha istiqamah dalam mengemban amanah ini. Bersama tim, saya merancang program-program yang mendukung visi sekolah untuk mencetak generasi yang memiliki kecerdasan intelektual dan ketakwaan.
Kegiatan seperti penyusunan modul ajar Islami, pelatihan guru, penerapan teknologi dalam pembelajaran, serta menciptakan lingkungan Islami adalah bagian dari ikhtiar kami untuk menciptakan generasi yang cinta ilmu sekaligus cinta Allah dan Rasul-Nya.
Kalau kesibukan ustaz sendiri sebagai Kepala SMP AISBA baik di dalam maupun di luar sekolah?
Kesempatan untuk menjadi narasumber dalam berbagai In-House Training (IHT) adalah karunia Allah yang besar. Dalam setiap sesi, saya berbagi praktik baik tentang pengelolaan sekolah berbasis Islam, penerapan Kurikulum Merdeka, dan strategi digitalisasi pendidikan.
Seperti halnya saat mengisi kegiatan IHT di SMP IT Al Azhar Islamic Boarding School, pembahasan mengenai penerapan kepemimpinan efektif dan asesmen penilaian menjadi fokus utama. Begitu juga di beberapa sekolah lainnya dengan tema yang berbeda, seperti PGRI 7 Balikpapan, PGRI 2 Balikpapan, SMPIT Mutiara Rahmah, dan lainnya.
Hal ini bukan hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga dakwah untuk menyebarkan manfaat ilmu yang telah Allah titipkan kepada kami di SMP AISBA.
Apakah juga ada kegiatan di luar kota?
Perjalanan menghadiri acara di luar kota, seperti seminar, loka karya, dan studi tiru, adalah bagian dari jihad dalam bidang pendidikan. Setiap langkah ini, dengan niat lillahi Ta'ala, menjadi upaya untuk membawa kebaikan bagi SMP AISBA. Ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini adalah titipan yang harus dimanfaatkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
Selain itu, alhamdulillah kami juga berkesempatan, beberapa waktu lalu saya mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Dalam forum ini, kami membahas strategi peningkatan mutu pendidikan melalui pengelolaan sekolah yang efektif dan penerapan Kurikulum Merdeka. Diskusi juga mencakup penguatan manajemen sekolah, asesmen pembelajaran, serta inovasi untuk mendukung pengembangan profesionalisme guru.
Dari Pulau Kalimantan, hadir dua perwakilan, yaitu dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Untuk Kalimantan Timur, kami mewakili SMP AISBA sebagai bagian dari upaya membawa suara pendidikan daerah ke tingkat nasional.
Semoga hasil dari kegiatan ini dapat menjadi rekomendasi strategis yang bermanfaat dan dapat diimplementasikan untuk kemajuan pendidikan di seluruh Indonesia, khususnya Kalimantan.
Kalau kegiatan terbaru?
Kegiatan terbaru medio Desember lalu, saya mengikuti studi tiru di SMP Negeri 216 Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan sekolah yang telah berhasil mencapai banyak prestasi, baik dalam inovasi, program sekolah sehat, maupun tata kelola pendidikan.
Harapan saya, segala ilmu dan kebaikan yang kami pelajari di sini dapat diadaptasi dan diterapkan di SMP AISBA, sehingga sekolah ini semakin berkembang sebagai institusi pendidikan Islami yang unggul di Balikpapan. Setiap langkah dalam kegiatan ini kami niatkan sebagai bagian dari jihad di jalan Allah, membawa manfaat dan keberkahan bagi umat.
Sudah cukup banyak capain SMP AISBA sebagai Sekolah Penggerak. Lalu, apa harapan ustaz ke depannya?
Harapan terbesar saya adalah agar SMP AISBA terus menjadi sekolah yang diberkahi Allah, mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu dunia tetapi juga kuat dalam iman dan amal shaleh.
Kami ingin SMP AISBA menjadi salah satu rujukan utama orang tua dalam memilihkan sekolah bagi putra-putrinya. Selain itu, kami berharap SMP AISBA menjadi wadah lahirnya generasi Qur'ani yang mampu menjadi rahmat bagi semesta alam.
Boleh tahu kesan dan pesan ustaz selama diamanahi sebagai kepala sekolah?
Menjadi kepala sekolah di SMP AISBA adalah sebuah amanah yang besar. Perjalanan ini penuh dengan pelajaran berharga yang semakin menguatkan saya dalam berikhtiar memajukan pendidikan Islami.
Saya merasa bangga dengan tim guru dan siswa yang memiliki dedikasi dan semangat tinggi untuk berbuat kebaikan. Setiap keberhasilan yang diraih adalah bukti dari kerja sama yang dilandasi niat tulus untuk mencapai ridha Allah.[]
Abu Raffa
2025-01-20 02:48:37