Kala Siswa TK AISBA Curhat ke Polisi

img

“Gambar apa ini?” kata AKP Nur’alim sambil telunjuk tangan kanannya menunjuk rambu-rambu lalu lintas yang dipegangnya.

 

“Lampu lalu lintas,” jawab siswa TK AISBA serentak.

 

“Ya, betul. Ini namanya lampu lalu lintas,” kata polisi dari Satlantas Polresta Balikpapan.

 

Seperti yang tertera di gambar. Lampu lalu lintas punya tiga warna: bagian atas merah, tengahnya kuning, sedangkan warna bagian bawahnya hijau. Benda itu dibawa untuk mengedukasi siswa tentang rambu-rambu lalu lintas. 

 

“Kalau lampu merah tandanya apa?” tanyanya lagi sambil tersenyum dan dijawab siswa serentak, “Harus berhenti.”

 

“Betul!”

 

“Nah, kalau tanda lampu hijau?” 

 

“Kendaraan boleh berjalan.”

 

Mendengar jawaban itu AKP Nu’alim senang. Dia tampak tersenyum bahagia. Ternyata, meski masih TK, tapi siswa sudah paham peraturan berkendara di jalan raya yang baik dan benar. Karena antusiasme siswa tinggi, dia lalu mempersilahkan siswa bertanya.

 

“Ayo, sekarang siapa yang mau bertanya. Nanti dapat hadiah,” katanya lagi.

 

Mendengar itu para siswa semangat. Langsung angkat tangan. Salah satunya Andi Amr Ash. Dia lalu ditunjuk pak polisi maju ke depan. Bukannya bertanya, ajang tanya jawab itu dijadikan Andi sebagai curhat ke pak polisi.

 

“Pak polisi. Saya pernah melihat orang naik motor nggak pakai helm,” katanya sebal.

 

Pak polisi tersenyum. Menurutnya, Andi punya kesadaran tinggi di jalan raya. Dia juga sadar bahwa yang dilakukan pengendara dengan tidak mengenakan helm itu melanggar aturan dan bisa berdampak bahaya.

 

“Nah, tindakan seperti itu nggak boleh ditiru. Salah dan melanggar aturan,” ujarnya.

 

Dia juga meminta yang lain bertanya. Kali ini Shaffa Arrasyah Lizwan Lubis. Senada Andi, Shaffa juga menggunakan kesempatan itu sebagai ajang berkeluh kesah.

 

“Hmmm…Saya pernah melihat orang melanggar rambu lampu lalu lintas di jalan. Lampu masih berwarna merah tapi tetap berjalan. Padahal kan nggak boleh,” ujarnya.

 

Lagi-lagi pak polisi tersenyum. Dia juga mengamini kejadian yang diceritakan Shaffa tidak boleh dilakukan. Melanggar aturan. Karena itu, dia menasihati agar kelak, jika siswa-siswi sudah besar dan boleh berkendara harus taat aturan. Tidak boleh melanggar.

 

Kegiatan edukasi etika di jalan raya diadakan Komite SD AISBA dalam program “Police Goes to AISBA.” Ada tiga polisi dari unit keselamatan jalan raya Satlantas Polresta Balikpapan yang digandeng menjadi pemateri: AKP Nur’alim, AIPTU Hendi Siswoyo, dan AIPTU Iwan Kurniawan.

 

Selain diikuti oleh siswa-siswi TK AISBA, kegiatan ini juga diikuti oleh siswa SD AISBA. Materinya mulai dari pengenalan profesi kepolisian, pengenalan kendaraan kepolisian, dan etika berkendara di jalan raya.

 

Mereka membawa dua mobil polisi ke lapangan sekolah. Satu mobilnya dilengkapi lampu rorator. Pada kesempatan itu, siswa SD AISBA juga dikenalkan berbagai jenis bunyi sirine mobil polisi. Para siswa secara bergantian juga diajak untuk masuk ke dalam mobil.

 

Menurut Ketua Komite SD AISBA, Bunda Sri Widyawati kegiatan ini diadakan untuk mengedukasi siswa profesi kepolisian sekaligus etika di jalan raya.

 

“Selain untuk mengetahui profesi tentang kepolisian dan etika di jalan raya, semoga kegiatan ini dapat mengedukasi siswa agar jika besar kelak punya kesadaran berlalu lintas yang baik dan benar,” ujarnya.[] 

Abu Raffa

2025-01-23 03:45:58